AS memberi sanksi kepada dua jenderal Myanmar, Antony Blinken : Tindakan Ini Sangat Keterlaluan

- 23 Februari 2021, 13:36 WIB
Personel militer Myanmar.
Personel militer Myanmar. //Instagram/@myanmar.tatmadaw

MEDIA PAKUAN- Terkait kudeta di Myanmar Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada dua Jendral yang terlibat dalam kudute militer pada 1 Febuari di Myanmar.

Ini kali kedua yang dilakukan AS, hal ini dilaporkan Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan.

Ia mengatakan pada hari Senin 22 Febuari 2021 bahwa tindakan itu "sebagai tanggapan atas pembunuhan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa damai" setelah dua orang tewas selama akhir pekan , dan seorang wanita berusia 23 tahun meninggal karena luka-lukanya setelah diserang.ditembak di kepala pada 9 Februari".

Baca Juga: UE Setuju untuk Memberikan Sanksi, Rusia Diduga Mendanai Kudeta Myanmar

Sanki itu ditujukan kepada Letnan Jenderal Moe Myint Tun dan Jenderal Maung Maung Kyaw yang merupakan anggota Dewan Administrasi Negara (SAC), yang dibentuk militer untuk memerintah negara itu setelah merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

"Penunjukan hari ini adalah langkah lain untuk mempromosikan akuntabilitas bagi para pemimpin militer yang melakukan kekerasan dan upaya untuk menekan keinginan rakyat," tulis Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Twitter.

Kudeta telah memicu protes massal selama berhari-hari di kota-kota besar di seluruh Myanmar, seuruh lapisan masyarakat turun kejalanan ungtuk melakukan unjuk rasa.

Baca Juga: Dibekuk! Dua Anggota Polisi Jual Senjata Kepada KKB, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin: Memperkeruh Suasana

Sanksi baru tersebut membekukan aset apa pun yang mungkin dimiliki Moe Myint Tun dan Maung Maung Kyaw di AS dan melarang perusahaan dan individu AS berbisnis dengan mereka.

Halaman:

Editor: Popi Siti Sopiah

Sumber: Aljazeera


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X