UE Setuju untuk Memberikan Sanksi, Rusia Diduga Mendanai Kudeta Myanmar

- 23 Februari 2021, 12:05 WIB
Demonstrasi dan Pembangkangan Sipil Makin Meluas, Junta Myanmar Mengancam akan Melakukan Kekerasan
Demonstrasi dan Pembangkangan Sipil Makin Meluas, Junta Myanmar Mengancam akan Melakukan Kekerasan / Foto: EPA dari Lynn Bo Bo/

MEDIA PAKUAN- UE akan terus memberikan sanksi terhadap militer Myanmar atas kudeta saat ini, mereka mengancam akan menyetop beberapa bantuan pembanguanan kepada Myanmar.

Hal ini telah disepakati Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin, 22 Febuari 2021. Sanksi itu dijatuhkan kepada pejabat Rusia karena memenjarakan kritikus Kremlin Alexei Navalny dan menargetkan militer Myanmar atas perebutan kekuasaannya, kata utusan utama blok itu.

Media Pakuan melaansirnya dari Chanelnewsasia.com Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan, akan mengambil kesepakatan politik untuk menerapkan sanksi yang menargetkan militer yang bertanggung jawab atas kudeta dan kepentingan ekonomi mereka.

Baca Juga: CEK FAKTA! Benarkah Pemprov Jatim Tarik Kembali Dana Hibah 9 Miliar Karena Dikelola Yudhoyono Founion

"Semua dukungan keuangan langsung dari sistem pembangunan kami untuk program reformasi pemerintah ditahan." katanya.

Militer menggulingkan dan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta yang menuai kecaman internasional - dan telah meluncurkan tindakan keras yang semakin berdarah terhadap para demonstran.

Borrell menegaskan sanksi itu tidak akan mempengaruhi hubungan perdagangan dengan Myanmar yang sedang mengalami krisis politik itu.

Baca Juga: Jokowi Apresiasi bencana Karhutla Riau, Presiden Sebut Kerugian Mencapai Triliunan Rupiah

Sementara itu Rusia sebut langkah UE itu sangat tidak bijaksan dan melanggar hukum, namun berberbeda dengan Amerika Serikat yang menyambut baik keputusan untuk mengambil tindakan terhadap Moskow.

Halaman:

Editor: Popi Siti Sopiah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X