Patah Kaki hingga Gaji Ditunggak, Buruh Sukabumi Minta Keadilan sebab Perusahaan Tak Tanggung Jawab

- 19 April 2024, 20:53 WIB
Belasan buruh menggeruduk kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.
Belasan buruh menggeruduk kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi. /Istimewa

MEDIA PAKUAN - Belasan warga yang pernah menjadi buruh di PT Bahtera Dingga Jaya (BDJ), melakukan unjuk rasa di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi pada Jum'at 19 April 2024 siang.

Belasan eks buruh yang bekerja di pabrik triplek di Jalan Raya Pangeleseran - Babakan, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi tersebut meminta pihak perusahaan membayar upah para pekerja yang belum dilaksanakan.

Warga Gunungguruh, Sukabumi Nurrohman (45) yang dulu bekerja di pabrik tersebut mengatakan, para buruh meminta supaya Disnakertrans mampu membantu para buruh dalam memperjuangkan haknya. Sebab hingga saat ini pihak perusahaan tidak kunjung membayarkan upah para pekerja.

"Iya, karena kesepakatan kemarin sudah melebihi waktu yang dijanjikan pihak owner PT BDJ, pada tanggal 18 April kemarin itu janji terakhirnya. Cuma sampai saat ini tidak ada solusi dan tanggapan dari owner, sekaligus tanggapan dari dinas, tidak ada sikap tegas, untuk membantu agar gaji kami segera disalurkan, karena batas waktunya sudah habis," katanya, Jum'at 19 April 2024.

Baca Juga: Pilu, Siswi SMA Meninggal saat Tes Lari Paskibraka di Lapang Cangehgar Sukabumi

Seluruh pekerja yang berjumlah sekitar 89 orang menurutnya belum mendapatkan upah selama tiga periode bahkan lebih yakni dari November 2023 hingga Januari 2024.

"Gajiannya itu, kan setiap dua minggu sekali. Untuk nominal uangnya ada sekitar Rp257 juta untuk semua karyawan, baik yang karyawan masih akif maupun yang sudah SPD (Surat Pengunduran Diri). Nah, gaji yang belum dibayarkan itu ada sekitar 89 karyawan," tambahnya.

Pihak perusahaan menurutnya tak kunjung menunjukkan itikad baik untuk melakukan kewajibannya. Padahal pihak buruh telah berkali-kali berupaya berkomunikasi dengan pihak perusahaan.

"Kita datang mediasi ke pabrik, seakan-akan pihak owner alasan. Alasan katanya di luar kota, kemarin diberi slip gaji katanya tunggu sampai sore. Sampai sore mau di transfer, tapi sampai malam nggak ada," jelasnya.

Halaman:

Editor: Manaf Muhammad


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah