Investasi Bodong Berkedok Gadai Rumah, Belasan Warga Sukabumi jadi Korban

- 18 April 2024, 07:30 WIB
Para korban investasi bodong berkedok gadai rumah mendatangi Polres Sukabumi Kota untuk membuat laporan.
Para korban investasi bodong berkedok gadai rumah mendatangi Polres Sukabumi Kota untuk membuat laporan. /Manaf Muhammad/Media Pakuan




MEDIA PAKUAN - Mapolres Sukabumi Kota didatangi puluhan warga yang hendak melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi rumah, Rabu 17 April 2024.

Berdasarkan pantauan Media Pakuan, pada pukul 17.00 WIB puluhan warga awalnya datang ke Mapolsek Warudoyong untuk membuat laporan. Selang beberapa saat kemudian mereka diarahkan untuk melapor ke Polres Sukabumi Kota bahkan hingga pukul 21.00 WIB lewat sejumlah warga masih menyelesaikan membuat laporan polisi.

Warga Baros bernama Encep Ruswanda (52) mengatakan, uangnya sudah terkuras hingga puluhan juta akibat dari investasi berkedok gadai rumah tersebut.

Dia datang bersama istrinya untuk membuat laporan. Awalnya, istrinya yang terbujuk untuk ikut investasi tersebut setelah melihat promosi di media sosial Facebook. Akhirnya dirinya berinvestasi dengan jangka waktu 2 tahun.

Baca Juga: Kota Sukabumi Dilanda Bencana Bertubi-tubi dalam 1 jam kurang, Sejumlah Rumah Warga Rusak

Dari investasi tersebut dia bersama keluarganya tinggal di sebuah rumah kontrakan yang menjadi pihak ketiga. Akan tetapi belum genap setahun, dirinya sudah diusir dari rumah kontrakan karena perusahaan yang menyediakan investasi tidak kunjung membayar setoran rumah kontrakan.

"Lancar tah, setahun kemudian pas mau diperpanjang itu susah dihubungi susah di apa apa orangnya yang di kantor itu cuman janji janji doang gitu. Kemarin waktu ditagih, nanti aja. Pas kedua kali datang yang punya rumah langsung suruh pergi lah gitu diusir," ujarnya, Rabu 17 April 2024 malam.

Saat ini dirinya pindah ke tempat lain untuk menetap. Dia berharap, uangnya yang sudah diinvestasikan dapat kembali lagi.

"Saya minta kembali aja uangnya. Pokoknya uang 25 juta dijanjikan kembali utuh cuma admin 5 persen," paparnya.

Halaman:

Editor: Manaf Muhammad

Sumber: Media Pakuan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah