Waspada! Sebagian Besar Bencana Hidrologis Berada di Jawa Barat

10 November 2020, 17:27 WIB
Ilustrasi terjadinya tsunami 20 meter yang mengancam pantai selatan pulau Jawa serta fenomena badai La Nina dan bencana hidrometeorologi. /pexels.com/Emiliano Arano

MEDIA PAKUAN-Potensi munculnya bencana di wilayah Jawa Barat cukup tinggi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, sebagian besar bencana hidrologis yang terjadi di tanah air berada di Jawa Barat.

"Sebanyak 60 persen bencana hidrologis Indonesia berada di Jabar. Oleh karena itu, kami menginstruksikan semua pihak untuk tidak memfokuskan pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana mengantisipasi," ucapnya usai Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 di Jalan Diponegoro, Kota Bandung sebagaimana dilansir dari ANTARANews.com.

Baca Juga: Berkedok Depot dan Apotek, Sejumlah Warung di Cianjur Jual Obat Terlarang dan Miras Oplosan

Potensi kerugian harta maupun korban jiwa yang ditimbulkan bencana harus diastisipasi. Pria yang akrab di sapa Kang Emil itu juga mengatakan, setiap tahun bencana di Jabar antara 1.000 sampai 2.000.

“Kalau dibagi 365 hari, maka terjadi 3 sampai 4 kali sehari,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) juga akan dengan ketat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi di Jabar bagian selatan karena dampak dari fenomena La Nina.

La Nina merupakan anomali suhu muka air laut, suhu di laut akan lebih dingin sampai minus satu derajat celcius atau lebih.

Dampak yang disebabkan oleh fenomena ini adalah terjadinya peningkatan curah hujan.

Kang Emil meminta BPBD, kepolisian dan Dandim yang berada di bagian Selatan Jawa Barat untuk menyiapkan skenario dan melakukan peringatan dini untuk berjaga-jaga.

Baca Juga: GTPP Kabupaten Cianjur Ultimatum Pontren Abaikan Protokol Kesehatan Diberhentikan Aktivitasnya

"Lalu, evakuasi harus disimulasikan. Bagaimana masyarakat memberhentikan kegiatan, kemudian melakukan evakuasi ke sebuah tempat yang aman. Simulasi evakuasi ini harus segera dilaksanakan," katanya.

"Kita harus dapat memitigasi potensi korban, melakukan edukasi preventif, dan responsif pada saat terjadi bencana," ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari laman resmi pemprov Jabar, usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden dan para Gubeenur se-Indonesia lewat video conference di Gedung Negara Pakuan, Gubernur meminta wali kota dan bupati menempatkan posisi siaga satu bencana.

"Selain dengan Presiden, rapat tadi juga dihadiri Pak Munardo Kepala BNPB yang meminta daerah untuk bersiaga menghadapi bencana di musim hujan ini. Maka langsung Saya meminta para Bupati dan Wali Kota di Jabar siaga satu menghadapi atau mengantisipasi bencana" katanya.

Baca Juga: Ridwan Kamil : Bencana Alam di Wilayah Jabar Melanda 3-4 Kali dalam Sehari

Menurutnya hal itu dilakukan untuk meminimalisasi adanya korban jiwa dan kerugian yang bisa terjadi akibat bencana.

"Tapi Naudzubillah ya, mudah-mudahan tidak terjadi. Tapi kesiagaan itu tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi karena musim hujan yang sekarang itu termasuk hujan ekstrim" tuturnya.***

 

 

Editor: Hanif Nasution

Sumber: antaranews

Tags

Terkini

Terpopuler