Kudeta Myanmar : Aparat Militer Brutal Puluhan Pengunjuk Rasa jadi Korban Keganasan Militer

16 Februari 2021, 10:02 WIB
Polisi Myanmar tembakkan meriam air kearah pengunjuk rasa anti-kudeta di Naypyitaw, Myanmar, 9 Februari 2021. //Reuters/

MEDIA PAKUAN- Terkait aksi aparat keamanan Myamar yang menanggapi para demonstran pro Aung San Suu Kyi mendapat kencaman dari Internasional.

Pasalnya pihak keamanan dengan brutal menembaki dengan peluru tajam para demonstrasi yang sedang berunjuk rasa di Kota Mandalay. Senin, 15 Febuari 2021.

Dalam insiden tersebut banyak para pengunjuk rasa terluka parah.

Baca Juga: Ngobrol Yu dengan Chatting Berbasis Audio! Aplikasi Clubhouse InI Sedang Trending, Beginilah Cara Kerjanya

Melansir dari CNA kekacauan situasi yang mencekam di Kota Mandalay yang mencederai tegaknya demokrasi di negara itu.

Tak hanya itu aparat keamanan pun bahkan tak memperdulikan keselamatan dan keamana awak media yang sedang peliputan akan aksi ujuk rasa tersebut.

Memanasnya insiden itu dipicu dengan aksi pengunjuk rasa yang memprotes penggulingan Aung San Suu Kyi.

Baca Juga: ICW Desak KPK untuk Segera Tuntaskan Kasus Korupsi Bantuan Sosial, Firli Bahuri : Saya Kerja Sebaik Mungkin

Demonstrasi kemudian meluas hampir diseluruh Myanmar dimana publik muak dengan berkuasanya junta militer pimpinan Min Aung Hlaing dan mendesak dikembalikannya kekuasaan ke otoritas sipil lagi.

Tak hanya itu Junta Militerpun menahan sekitar lima orang jurnalis lantaran memposting foto-foto pengunjuk rasa yang jdi korban kekerasan di Myanmar.

Atas aksi tersebut Amerika Serikat paling keras mengencam kudeta militer di Myanmar.AS bisa saja mendesak PPB agar melakukan sikap dantindakan tegas kepada militer Mynamar***

Sumber: ZonaJakarta

Editor: Popi Siti Sopiah

Tags

Terkini

Terpopuler