Jelang Debat Capres, STPI Desak Komitmen Solusi Cegah TBC: Anggaran APBN, Tak Tergantung Donor Luar Negeri

- 1 Februari 2024, 20:01 WIB
/

 


MEDIA PAKUAN- Menjelang debat calon presiden, Minggu 4 Februari 2024 mendatang. Yayasan Kemitraan Strategis Tuberkulosis Indonesia atau yang dikenal sebagai Stop TB Partnership Indonesia (STPI) mengadakan Dialog Publik Bersama Tim Sukses Capres-Cawapres.

Kegiatan yang dikemas Estafet Akhir Menuju Eliminasi TBC 2030 di Thamrin Nine Ballroom tidak hanya dihadiri 78 peserta offline dan 8.376 peserta online .Namun sebanyak 85 undangan yang hadir secara langsung.

Diawali dengan storytelling monolog yang disampaikan oleh Farah Diba, penyintas TBC XDR yang harus minum 15 butir obat setiap hari selama 3 tahun, sampai harus menunda pendidikannya sebagai dokter.

Terkait harapannya dalam eliminasi TBC kepada calon pemimpin Ibu Pertiwi diungkapkan pematik kegiatan.

Baca Juga: 3 Tersangka Diduga Korupsi PD ATE Sukabumi Dijebloskan ke Penjara, Negara Alami Kerugian Capai Rp1 Miliar

“Saya berharap acara ini bukan hanya sekedar seremonial saja, tapi ketika kita keluar dari pintu ruangan ini, kita memiliki solusi, untuk hal pilu yang sebenarnya
bisa dicegah dan dilanjutkan oleh para pemimpin selanjutnya.” pungkas Farah Diba.

Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) yang membahas peluang eliminasi TBC dan strategi akselerasi melalui inovasi upaya penanggulangan TBC mengatakan kemajuan teknologi di bidang TBC, yang paduan pengobatannya dari 6 bulan menjadi 4 bulan untuk TBC Sensitif Obat.

"Sementara TBC-RO yang tadinya 18 bulan bahkan 2 tahun sekarang ada paduan terbaru BPaL dan BPaLM yang pengobatannya hanya 6 bulan saja.

Kalau terpilih (sebagai presiden dan wakil presiden) harus dianggarkan lebih banyak dari APBN kita dan jangan tergantung dari donor luar negeri. Kita harus on the track Jalur yang benar dalam eliminasi TBC 2030,"katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad R

Sumber: Media Pakuan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah