Keamanan Laut China Selatan Memanas

- 1 Agustus 2020, 20:46 WIB
Pixabay /
 
 
MEDIA PAKUAN-Situasi di kawasan perairan Laut China Selatan semakin memanas, seiring Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) telah mengerahkan sejumlah pesawat tempur terbarunya. 
 
Kendati pengerahan pesawat pengebob H-6G dan H-6J  sebagai bentuk latihan. Tapi pengerahan di perairan yang kini masih bersengketa dengan sejumlah negara yang berada tidak jauh dari kawasan itu, merupakan salah satu langkah strategi yang dilakukan Tiongkok
 
Pemerintah Tiongkok berdalih kehadiran pesawat di kawasan hanya upaya meningkatkan kemampuan pilot tempur disana. Termasuk mengatisipasi berbagai kemukinan keamanan di kawasan tersebut. 
 
"Ini latihan rutin untuk membantu meningkatkan kemampuan pilot secara teknis dan taktis serta mengasah kemampuan tempur AL pada segala cuaca," kata Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok (MND), Kolonel Senior Ren Guoqiang. 
 
Seperti dikutif dari Pikiran-Rakyat.com,  sebelumnya Tiongkok sempat mengecam tindakan AS yng mengirim personel militernya ke Taiwan dengan dalih melakukan latihan serta bertukar pengalaman.
 
Bahkan Tiongkok menunduh tindakan AS merupakan pelanggaran serius prinsip-prinsip dasar hubungan internasional dan komitmen politik AS terhadap Tiongkok.
 
"Ini bisa berdampak buruk dalam hubungan bilateral dan kemitraan antarmiliter Tiongkok dan AS," kata Ren yang dikutip laman resmi militer Tiongkok, Jumat 31 Juli 2020.
 
Ren mendesak AS segera mengoreksi kesalahannya. Bahkan mendesak menghentikan kontak militer dalam bentuk apa pun dengan Taiwan. Termasuk mematuhi prinsip satu Tiongkok serta tiga komunike bersama Tiongkok-AS, dan tidak akan mengulangi aksinya di Taiwan.
 
Ren menekankan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Tiongkok.
 
Ren menegaskan  masa depan Taiwan berada pada reunifikasi nasional karena kesejahteraan masyarakat Taiwan tergantung pada peremajaan sistem nasional.
 
"Tiongkok memiliki ketegasan, penuh keyakinan, dan kemampuan yang memadai untuk menggagalkan segala bentuk intervensi eksternal dan upaya separatisme," katanya. ***
 
 

Editor: Ahmad R

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X