Mahathir Mohamad Bantah Pernyataan Terkait Singapura dan Kepulauan Riau

- 23 Juni 2022, 18:32 WIB
Mantan Perdana Menteri, Mahatir Mohammad.
Mantan Perdana Menteri, Mahatir Mohammad. /AFP

MEDIA PAKUAN-Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad membantah dan mengklarifikasi pernyataannya tentang Johor harus merebut kembali Singapura dan Kepulauan Riau, 23 Juni 2022.

Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh The Straits Times, pada 20 Juni, , Mahathir menyatakan pemberitaan oleh outlet berita Singapura tersebut  tidak akurat dalam mengutip pernyataannya.

“Saya tidak meminta Malaysia untuk mengklaim tanah yang telah kami hilang. Saya mencoba menunjukkan bahwa kami sangat prihatin telah kehilangan batu seukuran meja, Pulau Batu Puteh," katanya.
 
" Tetapi tidak pernah tentang bagian yang lebih besar dari Malaysia, ketika mereka diambil dari kami, kehilangan bukanlah masalah besar. Adalah kesalahan pemerintah Johor untuk menyangkal bahwa batu itu milik Johor," kata Mahathir 

“Kita patut bersyukur mahkamah internasional menganugerahkan Pulau Ligitan dan Sipadan kepada kita. Mereka jauh lebih berharga daripada Pulau Batu Puteh. Kita patut bersyukur bahwa Indonesia tidak mempermasalahkan penghargaan tersebut. Sungguh, kami tidak bersyukur atas keuntungan kami, ”katanya dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Rusia Tidak Merespon Permintaan AS Terkait Dua Warganya yang Ditangkap
Dalam artikel tersebut, Mahathir mengatakan bahwa Malaysia seharusnya tidak berhenti mengklaim Pedra Branca, tetapi juga Singapura dan Kepulauan Riau, karena pernah menjadi bagian Malaysia.

Mahkamah Internasional (ICJ), pada tahun 2008 memutuskan, bahwa Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh menjadi milik Singapura, sedangkan Terumbu Karang atau Middle Rock di dekatnya diberikan kepada Malaysia.

Pada tahun 2017, pemerintah Malaysia mengajukan permohonan peninjauan kembali atas keputusan ICJ, tetapi pemerintahan di bawah Dr Mahathir saat itu menarik permohonan tersebut sebelum kasus tersebut dijadwalkan untuk disidangkan pada 11 Juni 2018.*** 

 
 

Editor: Hanif Nasution

Sumber: https://www.todayonline.com/world/dr-mahathir-says-reclaim-s


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x