Eropa Genting ! Euro jatuh Ke Level Terendah, Musim Dingin Bulan Depan di Tengah Krisis Energi

- 23 Agustus 2022, 09:14 WIB
Ilustrasi Musim Dingin
Ilustrasi Musim Dingin /Pixabay

MEDIA PAKUAN - Eropa berada dalam situasi genting bahkan sebelum berlangsungnya musim dingin bulan depan, ditengah krisis energi, Euro jatuh terhadap dolar ke level terendah dalam 20 tahun.

 

Mata uang Eropa ini melemah di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh dunia dalam hal krisis energi dan kekeringan.

Menurut data perdagangan Bloomberg, euro jatuh ke level 0,993 terhadap dolar AS.

Baca Juga: AS Cemaskan Aktivitas Moskow di Arktik Kutub Utara, Rusia Miliki 50 Fasilitas Militer

Penurunan tersebut menempatkan euro saat ini berada pada level yang sama seperti pada tahun awal keberadaan pada tahun 2002.

Sebelumnya di bawah paritas terhadap dolar, euro jatuh kembali pada pertengahan Juli, yang antara lain disebabkan oleh tertundanya Bank Sentral Eropa dalam kebijakan pengetatan moneter dalam menghadapi inflasi yang tinggi.

Pada akhir bulan, ECB menaikkan suku bunga dasar hingga 0,5 persen per tahun dari nol. Namun, kesulitan tetap ada karena kenaikan biaya energi, dipicu oleh pengurangan pasokan dari Rusia.

Baca Juga: Dewan Federasi Krimea: Miliki Sindrom Napoleon , Zelensky ingin Memerintah Ukraina Selamanya

Harga gas dan listrik Eropa melonjak ditengah kepanikan atas diberhentikannya pasokan Rusia.

Rusia mengatakan akan mengakhiri pipa gas utama Nord Stream selama tiga hari perbaikan pada 31 Agustus 2022, namun Eropa juga tetap dihantui Rusia tidak akan melanjutkan pasokannya.

Politisi warga untuk bersiap menghadapi musim dingin sulit.

Salah satu peringatan yang dinyatakan oleh Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo, yang mengatakan bahwa Eropa dapat menghadapi hingga 10 musim dingin yang sulit.

menganggap tekanan berkelanjutan pada ekonomi utama akan membuat banyak rumah tangga berjuang untuk membayar tagihan mereka. sementara inflasi berada pada level tertinggi dalam beberapa tahun kedepan.***

 

 

 

Editor: M Hilman Hudori

Sumber: Bloomberg


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah