Mengharukan, Kisah Seorang Budak Yang Enggan Dibebaskan, Alasannya Membuat Rasulullah Menangis

- 9 September 2021, 14:38 WIB
Mengharukan, Kisah Seorang Budak Yang Enggan Dibebaskan, Alasannya Membuat Rasulullah Menangis
Mengharukan, Kisah Seorang Budak Yang Enggan Dibebaskan, Alasannya Membuat Rasulullah Menangis /Ilustrasi Pixabay/

MEDIA PAKUAN - Di zaman Rasulullah saw, ada seorang budak bernama Zaid bin Haritsah.

Ia adalah budak milik Sayyidah Khodijah yang dihadiahkan kepada Rasulullah saw, yang kemudian dijadikan anak angkat Rasulullah saw.

Ketika keluarganya mengetahui keberadaan Zaid, mereka segera datang kepada Nabi untuk membayar tebusan agar beliau mau mengembalikan anak mereka.

Rasul pun bersabda, “Terserah padanya, biarkan ia memilih. Jika ia memilih kalian, bawalah tanpa perlu membayar tebusan.”

Baca Juga: Alvin Faiz Puji Henny Rahman Lewat Insta Story? Ungkap Ciri Istri yang Baik

Kemudian beliau memanggil Zaid dan berkata kepadanya, “Wahai Zaid, mereka adalah keluargamu. Mereka datang dengan tebusan sementara aku tidak akan menerima tebusan dari siapapun. Jika kau ingin bersama mereka, ikutlah dan engkau telah bebas.”

Zaid memperhatikan keluarganya dan berkata, “Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, aku tidak akan memilih selain Rasulullah saw selamanya !”

Keluarganya heran dan berkata, “Celaka engkau ! Apakah kau lebih memilih menjadi budak daripada hidup merdeka?”

Baca Juga: Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah, 3 Korban Luka Berat Dinyatakan Meninggal Dunia

Zaid menjawab, “Ketahuilah, sungguh disinilah kebebasan dan kemerdekaan itu, disamping Muhammad bin Abdillah. Jika aku ingin kemerdekaan, maka tak ada lain kecuali bersama Rasulullah. Adapun ikut bersama kalian itulah arti budak yang sebenarnya. Muhammad telah memberiku kebebasan, ketenangan hati dan keamanan. Ia juga telah mengajariku untuk hidup mulia dan terhormat.” seru Zaid.

Sungguh kisah yang begitu menggugah hati. Semua budak memiliki impian yang sama yaitu bebas dan merdeka.

Tapi tidak untuk Zaid bin Haritsah. Ia tetap memilih untuk menjadi budak Rasulullah saw. Karena disanalah ia menemukan arti kebebasan dan arti hidup mulia yang sebenarnya.

Baca Juga: 9 Tips Menghilangkan Rasa Malas Ibadah, Ini Caranya!

Dari kisah ini, semakin tampak kelembutan dan perangai mulia Rasulullah kepada orang-orang disekitarnya.

Bagaimana beliau tidak membedakan budak dengan orang-orang merdeka. Hingga seorang budak lebih memilih bersamanya daripada hidup bebas namun harus terpisah darinya.

Dari kisah ini, semoga makin bertambah kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.***

 

Editor: Popi Siti Sopiah

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah