Diperiksa Selama 8,5 Jam, Maria Pauline Lumowa Dicecar 27 Pertanyaan

- 22 Juli 2020, 17:47 WIB
Buronan 17 tahun, pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah) berjalan dengan kawalan polisi usai tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2020.*
Buronan 17 tahun, pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah) berjalan dengan kawalan polisi usai tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2020.* /Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA/

MEDIA PAKUAN - Penyidiki Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri memberikan 27 pertanyaan kepada tersangka pembobolan kas bank BNI Maria Pauline Lumowa terkait kasus letter of creadit (LC) fiktif senilai Rp2,1 triliun.

Kadit Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan terhadap Maria Pauline dilakukan sejak Selasa, 21 Juli 2020 dan diperiksa selama 8,5 jam.

"Tersangka diperiksa kemarin mulai pukul 10.00 hungga pukul 19.00 WIB," kata Irjen Pol. Argo, dikutip dari ANTARA NEWS.

Baca Juga: Fahmi :Kami Menunggu Gugus Tugas Dibubarkan Presiden

Pertanyaan yang dilontarkan seputar identitasnya dan terkait dengan beberapa perusahaan debitur Bank BNI yang diajukan permohonan kredit LC.

Ia menambahkan, surat-surat, dokumen, dan surat pernyataan yang pernah dibuat Maria juga dikonfrontasi penyidik.

"Dinyatakam juga hubungan Maria dengan saksi. Saksi yang kami periksa juga terdakwa dalam kasus ini," kata Argo.

Baca Juga: Resesi Ancam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Dampak Pandemi Covid-19

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa 14 saksi dan hendak meminta keterangan delapan saksi dan satu ahli pidana korupsi.

Barang bukti yang disita dari tersangka di antaranya paspor, 28 bundel fotokopi putusan Pengadilan Negeri Jaksel, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dan Mahkamah Agung terhadap 16 tersangka lainnya.

Dalam kasus LC fiktif senilai Rp1,2 triliun ini, polisi telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka, termasuk Maria Pauline Lumowa dan Andrian Waworuntu.

Baca Juga: 3 Film Terbaik Adaptasi Netflix

Andrian dan 14 orang lainnya telah menjalani hukuman, sementara Maria melarikan diri keluar negeri selama 17 tahun.

Atas perbuatannya, Maria Lumowa dijerat Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantas Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana seumur hidup dan Pasal 3 Ayat (1) UU No. 25/2003 tentang TPPU.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah menyita aset milik Maria Pauline Lumowa senilai 132 miliar.***

Editor: Ahmad R

Sumber: Permenpan RB


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah