Ektabilitas Prabowo - Gibran Alami Penolakan Masyarakat, Pengamat Politik: Era Dinasti Cabut!

16 Oktober 2023, 10:49 WIB
Ektabilitas Prabowo - Gibran Mengalami Penolakan Masyarakat, Pengamat Politik: Era Dinasti Cabut! //Mediapakuan.com/

MEDIA PAKUAN - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka namanya semakin santer di bicarakan publik, terkait dwacana bakal jadi mendampingi wacapres Ketum Gerindra Prabowo subianto.

Gibran di usulkan oleh enam DPC yakni: Gerinda Gunungkidul, Blora, situbondo, Salatiga, lampung dan juga Gerindra Jawa Barat.

Setali tiga uang, Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Ketua Umumnya Zulkifli Hasan menyebutkan, Kemungkinan besar Gibran akan mendampingi Prabowo pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Gayung pun tersambut Ketua Umum Relawan Pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mendeklarasikan Gibran Rakabuming Raka jadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Baca Juga: Waspada Gelombang Tinggi, BMKG: Potensi Terjadi di Perairan Pesisir Samudra Hindia Barat dan Selata

Pencalonan Gibran menjadi bawacapres RI 2024 menuai pro dan kontra, menurut para pakar politik menilai keputusan Prabowo yang memilih Gibran sebagai wacapresnyamerupakan sebuah langkah bunuh diri.

Pasalnya Gibran dianggap masih anak kemaren sore, sosoknya belum kuat secara nasional jika dibandingkan cawapres lainya.

Selain itu, Prabowo juga mendapat stigma melanggengkan politik dinasti jika memilih Gibran sebagai wacapresnya.

Sementara itu, menurut Ray Rangkuti, seorang pengamat langkah Gibran sebagai wacapres RI 2024, akan semakin besar penolakannya di masyakat, terutama usai putra bungsu Joko Widodo didapuk jadi Ketua Umum PSI .

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Indonesia, Angin Tenggara-Selatan dan Suhu Berkisar 20-36°C: Senin 16 Oktober 2023

Ray yang juga Direktur eksekutif Lingkar Madani mengatakan tanda-tanda tersebut mulai terlihat sejak putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep menjadi Ketum PSI di hari kedua dirinya menjadi anggota partai. Lalu soal polemik batas usia Capres Cawapres yang dituding banyak pihak ingin melanggengkan Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres salah satu capres.

"Karena ini sudah ada di tingkat nasional. Kalau di tingkat kota atau provinsi mungkin orang oke saja, tapi kalau sudah menjabat dalam tingkat presiden atau cawapres, sekali ini lolos praktik seperti ini dan terjadi, itu artinya kita cabut deh kata dinasti politik di Indonesia," jelas Ray Rangkut

Dia kemudian mengingatkan tentang sensitivitas masyarakat Indonesia terkait nepotisme, seperti yang terjadi pada masa Presiden Soeharto. Presiden kedua RI itu bahkan dilengserkan karena dipicu oleh peristiwa pengangkatan anaknya sendiri sebagai Menteri Sosial pada saat itu.***

Editor: Popi Siti Sopiah

Sumber: Pikiran Rakyat TikTok ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler