Bupati Solok Ngamuk! Gara-gara UGD Tutup jam 5 Sore, Tiga Pimpinan Puskesmas Langsung Dimutasi

- 17 Juni 2021, 12:15 WIB
Profil Bupati Solok Epyardi Asda yang viral karena marahi Kepala Puskesmas yang tutup layanan UGD jam 5 sore.
Profil Bupati Solok Epyardi Asda yang viral karena marahi Kepala Puskesmas yang tutup layanan UGD jam 5 sore. /facebook.com/epyardiasda/
MEDIA PAKUAN - Bupati solok Epyardi Asda ngamuk gara-gara Unit Gawat Darurat (UGD) puskesmas Tanjung Bingkung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tutup pukul 17:00 WIB.

Kejadian bermula saat Epyardi melakukan inspeksi mendadak dan menemukan UGD puskesmas tersebut tutup saat jam 5 sore.

Epyardi mengatakan, ia melakukan sidak ke puskesmas itu karena mendapat laporan UGD Puskesmas Tanjung Bingkung menolak memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami kecelakaan.
 
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Meruya Selatan, Sopir Diduga Setengah Sadar, Begini Kronologisnya

"Jadi pada Jumat, 11 Juni 2021 lalu ada kecelakaan di dekat puskesmas. Saat korban dibawa ke puskesmas ditolak dengan alasan sudah di luar jam kerja," katanya.

Hal tersebut membuat Epyardi geram dan langsung memberikan sanksi tegas kepada para pegawai puskesmas.

Kemarahan Epyardi terekam oleh video seorang warga yang kini tersebar luas di YouTube dan WhatsApp.
 
 
Epyardi mengaku ia telah memberikan sanksi kepada tiga orang pimpinan puskesmas berupa mutasi ke daerah pelosok.

"Ada tiga orang yang kita mutasi, yaitu kepala puskesmas, kepala tata usaha, dan satu dokter," katanya pada Rabu, 16 Juni 2021 kemarin.

Ia mengatakan tiga orang tersebut dipindahkan ke Pantai Cermin, Hiliran Gumanti, dan X Koto.

"Lokasinya jauh di pelosok. Ini sebagai efek jera kepada mereka. Untuk gantinya, sementara kita kirim dari Dinas Kesehatan," ucapnya.
 
Baca Juga: Keseringan Disiksa Majikan Saat Kerja di Arab Saudi, TKW Ini Kabur Karena Menderita Kanker Payudara

Sementara itu, petugas kesehatan yang membuat surat pernyataan tidak mau bekerja di luar jam dinas ia juga memberikan peringatan keras.

"Kepada petugas kesehatan yang kemarin membuat surat pernyataan menolak kerja, kita beri peringatan keras dan membuat surat perjanjian," pungkasnya.***

Editor: Siti Andini

Sumber: berbagai sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x