Negara Myanmar Dihujani Protes Sejak Kudeta, AAPP: Korban Tewas Mencapai 570 Orang

- 7 April 2021, 13:47 WIB
Kondisi dalam negara Myanmar yang memprihatinkan sejak kudeta.
Kondisi dalam negara Myanmar yang memprihatinkan sejak kudeta. /Reuters



MEDIA PAKUAN - Myanmar adalah sebuah negara yang berdaulat di Asia Tenggara perbatasan dengan India dan Bangladesh di sebelah barat.

Myanmar merupakan negara dengan ibukota Naypidaw, dengan bahasa daerah yang terkenal yaitu Kachin, Kayah, Karen, Chin, Mon, Rakhine, Shan dan bahasa resminya Myanmar.

Pemerintahan Myanmar sebelumnya memiliki beberapa sistem diantaranya Sistem parlementer, Negara kesatuan, Sistem presidensial, Republik parlementer, Republik konstitusional dengan mata uang Kyat Burma.

Myanmar telah bergabung sebagai anggota perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara( ASEAN) sejak 1997.

Baca Juga: Update! Token Listrik Gratis 100% April 2021 Berubah Menjadi Diskon, Inilah Mekanismenya

Baca Juga: Manajer Google Bengio Mundur dari Pekerjaannya, Peneliti: Kerugian Besar Bagi Google

Myanmar tengah mengalami krisis yang mendalam karena negara tersebut dilanda Kudeta oleh militer.

Sebelumnya dikutip dari Reuters, kelompok advokasi Asosiasi Tahanan Politik ( AAPP) mengatakan sekitar 570 orang telah terbunuh selama hampir dua bulan kerusuhan sejak kudeta militer pada 1 Februari.

Dan pasukan keamanan telah menangkap hampir 3.500 orang, dengan sekitar empat perlima dari mereka masih ditahan.

Baca Juga: Terduga Orang Yang Berkulit Hitam Tidak Bisa Kerja Di Facebook, Manajer: Kami Mencari Sesuai Budaya

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2021 Segera Dibuka,Simak dan Lengkapi Dokumennya

Kemarahan melanda Myanmar dalam dua bulan terakhir karena kembalinya pemerintahan militer dan berakhirnya era singkat reformasi demokrasi dan ekonomi serta integrasi internasional yang tidak ada di bawah kekuasaan militer yang menindas pada tahun 1962-2011.

Beberapa pengunjuk rasa menyebut gerakan mereka sebagai "revolusi musim semi", yang ditandai dengan pawai jalanan, tindakan unik pemberontakan tanpa kekerasan, dan kampanye pembangkangan sipil yang bertujuan melumpuhkan aparat pemerintah.***
 

Editor: Iing Nuryasin


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x