Bentrok Antar kelompok Agama di Filipina, 9 Orang Tewas di Provinsi Maguindanao

- 13 Februari 2022, 19:29 WIB
Bentrok Antar kelompok Agama di Filipina, 9 Orang Tewas di Provinsi Maguindanao
Bentrok Antar kelompok Agama di Filipina, 9 Orang Tewas di Provinsi Maguindanao /Istimewa/VOA Indonesia

MEDIA PAKUAN - Pada hari Sabtu terjadi penembakan warga di Filipina yang mengakibatkan sembilan orang tewas dan tiga orang terluka parah.

Insiden itu terjadi saat konvoi kendaraan, mereka di timbaki dalam penyergapan terkait perseteruan antara kelompok Muslim yang bersaing, kata polisi.

Serangan tersebut merupakan sejarah panjang kekerasan diwilayah itu, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga: Dinyinyirin Netizen China! Posting Pakai Hanbok, Instagram Park Shin Hye Dikomen Negatif: Diklaim Milik China

Pada tahun 2009, 58 orang termasuk 32 jurnalis, dibunuh dalam pembantaian politik terburuk di negara itu.

Melansir dari AFP, pemimpin kelompok Peges Mamasainged dan delapan lainnya tewas saat mereka melakukan perjalanan menyusuri jalan di kawasanpertanian di Provinsi Maguindanao, kata polisi.

Baik korban maupun penyerang dipimpin oleh mantan komandan kelompok gerilya Muslim yang melancarkan pemberontakan berdarah selama puluhan tahun di wilayah tersebut sebelum perjanjian damai ditandatangani pada tahun 2014, kata juru bicara polisi provinsi, Fhaeyd Cana.

Baca Juga: Sulit Dikendalikan, Penambahan Warga di Kota Sukabumi Terpapar Covid-19 Makin Sulit Dikendalikan

Pihak berwenang sedang mencari tersangka yang dipimpin oleh saingan Mamasainged, kata Cana

Kedua kelompok itu terlibat dalam pertikaian darah yang sudah berlangsung lama, lanjut Cana

Kelompok Muslim yang dipersenjatai dengan baik di bagian selatan negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, terkadang menggunakan perang klan untuk menyelesaikan perselisihan yang dapat berlangsung selama beberapa generasi.

“Polisi (kota Guindulungan) menggambarkan serangan ini sebagai sebuah tragendi yang mengerikan,” kata Cana, menggunakan istilah lokal untuk perseteruan darah.

Baca Juga: Ingin Kaki Lembut Seperti Bayi dan Tumit Licin, Inilah Cara Mudah di Rumah

Serangan tersebut adalah yang paling berdarah di provinsi itu sejak pembantaian 2009, tambahnya.

Lima anggota kelompok termasuk di antara orang-orang bersenjata yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan itu.

Para pemimpin kelompok dijatuhi hukuman penjara 30 tahun pada 2019.

Baik tersangka utama dalam serangan hari Sabtu dan Mamasainged yang terbunuh pernah menjadi komandan Angkatan Bersenjata Islam Bangsamoro, cabang militer Front Pembebasan Islam Moro.***

Editor: Popi Siti Sopiah

Sumber: AFP


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah