Ini Doa dan Tanda Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, Kamu Termasuk?

- 19 April 2023, 13:30 WIB
Ilustrasi./ Doa dan Tanda Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar,
Ilustrasi./ Doa dan Tanda Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, /Pixabay.com

MEDIA PAKUAN - Ada doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk dibaca saat kita menjumpai Lailatul Qadar. Doa ini ditanyakan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, mengisyarakatkan bahwa dengan memperhatikan tanda Lailatul Qadar, beliau tahu kapan terjadinya malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.

Kalaupun kita tidak tahu persis meskipun telah membaca tanda Lailatul Qadar, doa ini perlu diamalkan di malam-malam bulan Ramadhan, khususnya 10 hari terakhir agar ketika waktu itu benar-benar Lailatul Qadar, kita telah berdoa dengan doa paling tepat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Doa Lailatul Qadar tersebut adalah :
"Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii -
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku ".

Baca Juga: Mengenal Malam Lailatul Qadar dan Keutamaannya, Simak Keterangan Lengkapnya Berikut Ini

Ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar:

Tidak ada ciri khusus orang yang mendapatkan Lailatul Qadar. Namun secara umum bisa diprediksi, siapa yang bersungguh - sungguh mencarinya sebagaimana anjuran Rasulullah, insya Allah ia mendapatkan Lailatul Qadar.

Carilah ia di sepuluh malam terakhir.
Jika salah seorang kalian lemah atau tidak mampu, maka janganlah ia kalah di tujuh malam terakhir. (HR. Muslim) .

Berikut ini adalah ciri orang mendapat Lailatul Qadar, dilihat dari amal Ramadhan-nya :

1. Pertama, orang yang i’tikaf penuh pada 10 hari terakhir Ramadhan, insya Allah ia mendapatkan Lailatul Qadar.

2. Kedua, orang yang sholat Isya’ berjamaah, tarawih dan Subuh berjamaah di masjid pada 10 hari terakhir, insya Allah ia juga mendapatkan Lailatul Qadar

Sedangkan ciri orang mendapat Lailatul Qadar dilihat dari amal setelah Ramadhan adalah adanya perubahan positif; ia menjadi lebih baik dan lebih shalih. Awalnya pemarah, menjadi tidak pemarah dan pandai mengelola emosi.

Awalnya pendendam menjadi mudah memaafkan orang lain.
Awalnya emosional menjadi penyabar. Lebih banyak beribadah baik sholat maupun puasa sunnah dan tilawah.
Serta lebih peka terhadap penderitaan sesama dan ringan tangan untuk menolong sesama.

Wallahu'alam, semoga bermanfaat.***

Editor: Popi Siti Sopiah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah