Makan Daging Bakar Berpotensi Menyebabkan Kanker? Hindari Konsumsi Daging Gosong, Ternyata Ini Alasannya!

- 3 Juni 2024, 20:10 WIB
Ilustrasi daging bakar.
Ilustrasi daging bakar. /PIXABAY/Shutterbug75

MEDIA PAKUAN - Makan daging bakar adalah aktivitas yang populer di banyak budaya, terutama saat acara keluarga atau perayaan.

Namun, ada kekhawatiran yang muncul terkait dengan potensi risiko kesehatan, termasuk risiko kanker, jika daging tidak matang dengan sempurna. Mari kita jelajahi fakta-fakta ilmiah di balik klaim ini.

Daging yang tidak matang sepenuhnya bisa menjadi sarang bagi berbagai patogen berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Trichinella.

Patogen ini bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti diare, muntah, dan demam. Risiko infeksi ini lebih tinggi pada daging unggas, babi, dan sapi.

Demikian halnya ketika daging dimasak pada suhu tinggi, seperti saat dipanggang atau dibakar, senyawa kimia berbahaya bisa terbentuk, antara lain:

Terbentuk ketika lemak daging menetes ke arang atau api dan menghasilkan asap yang mengandung PAHs, yang kemudian menempel pada permukaan daging.

Baca Juga: Nasabah Penusuk Debt Collector di Cibeureum Sukabumi Diringkus Polisi

Bahkan ketika asam amino dan kreatin dalam daging bereaksi pada suhu tinggi.
Beberapa penelitian telah mengaitkan senyawa PAHs dan HCAs dengan peningkatan risiko kanker pada hewan percobaan.

Namun, hubungan langsung antara konsumsi daging yang dimasak pada suhu tinggi dengan kanker pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Cara Memasak Sehat daging Kurban
Untuk menikmati daging bakar dengan lebih aman, Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut

1. Gunakan Marinasi
Marinasi daging sebelum dipanggang dapat mengurangi pembentukan HCAs. Marinasi yang mengandung lemon, cuka, atau bumbu tertentu seperti rosemary dan thyme sangat efektif.

2. Kurangi Waktu Masak di Suhu Tinggi
Pertimbangkan untuk memasak daging di oven atau microwave terlebih dahulu sebelum memanggangnya, sehingga waktu paparan suhu tinggi di atas panggangan bisa dikurangi.

3. Hindari Kontak Langsung dengan Api
Gunakan panggangan dengan jarak yang cukup antara daging dan bara api. Hindari lemak menetes ke arang, yang bisa menghasilkan asap.

Baca Juga: Buron Hampir 1 tahun, Geng Motor GBR yang Bacok Mati Tukang Sayur di Cisaat Sukabumi Kakinya Ditembak!

4. Balik Daging Secara Berkala
Membalik daging secara sering dapat mengurangi pembentukan HCAs.

5. Buang Bagian yang Terbakar
Hindari mengonsumsi bagian daging yang gosong atau terlalu terbakar.

Selain teknik memasak yang sehat, mengonsumsi daging dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang juga penting. Kombinasikan dengan banyak sayuran, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan untuk mendapatkan asupan gizi yang lengkap dan mengurangi potensi risiko kesehatan.***



Editor: Ahmad R


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah