Ibu Dibunuh Anak di Sukabumi, Luka Nyaris di Sekujur Tubuh : Leher Hancur Ditusuk Garpu Tanah

- 15 Mei 2024, 12:15 WIB
Jenazah ibu yang dibunuh anak kandung usai dilakukan autopsi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Jenazah ibu yang dibunuh anak kandung usai dilakukan autopsi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. /Manaf Muhammad/Media Pakuan

Baca Juga: Tinggal Serumah, Anak Bunuh Ibu Kandungnya di Sukabumi dengan Garpu Tanah

"Kalau dari waktu kematian dari kantung mayat sama lebam mayat yang kita dapatkan itu pada saat kita periksa sekitar 12 jam-an sebelum pemeriksaan," ujarnya.

Situasi rumah ibu yang tewas diduga dibunuh anak kandungnya di Kalibunder Kabupaten Sukabumi.
Situasi rumah ibu yang tewas diduga dibunuh anak kandungnya di Kalibunder Kabupaten Sukabumi. Istimewa

Aida mengungkapkan, terdapat luka pada bagian leher yang diduga menjadi musabab kematian korban karena menyebabkan kerusakan saluran napas dan pendarahan.

"Penyebab kematian terutama yang di leher karena lukanya merusak saluran batang napas kemudian ada pembuluh darah yang potong sehingga yang pasti menimbulkan banyak pendarahan dan kehilangan nafas. Di leher luka terbuka, kedalaman dari permukaan leher ke batang tenggorokan 5-6 cm dengan ketebalan ototnya tadi," cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, wanita berinsial I (43) dibunuh oleh anak kandungnya Rahmat alias Herang (26) menggunakan garpu tanah di rumahnya di Kampung Cilandak RT 015 RW 004 Desa Sekarsari Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Tagih Angsuran Mobil, Debt Collector Sukabumi Ditusuk Dagunya oleh Nasabah

Hal itu terungkap pada Selasa 14 Mei 2024 waktu subuh, usai tersangka memberitahu kepada tetangganya dan meminta warga untuk membunuhnya sambil menawarkan uang Rp300 ribu, karena menyesal sudah menghabisi nyawa sang ibunda. Saat ini pelaku diamankan di Polres Sukabumi untuk kepentingan penyidikan dan akan diperiksa lebih lanjut mengenai kejiwaannya.

"Dia diam kelihatannya pelaku sendiri ada keterlambatan dalam berpikir cuman kita masih dalami dan kita akan panggil psikolog juga untuk mengetahui kondisi daripada pelaku yang sebenarnya. Nanti kita minta ini. cuma sementara pelaku masih bisa ditanya berarti kan masih dalam keadaan bisa berkomunikasi dengan baik," ucap Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri.***

Halaman:

Editor: Manaf Muhammad

Sumber: Media Pakuan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah