Ibu Dibunuh Anak di Sukabumi, Luka Nyaris di Sekujur Tubuh : Leher Hancur Ditusuk Garpu Tanah

- 15 Mei 2024, 12:15 WIB
Jenazah ibu yang dibunuh anak kandung usai dilakukan autopsi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Jenazah ibu yang dibunuh anak kandung usai dilakukan autopsi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. /Manaf Muhammad/Media Pakuan

 

MEDIA PAKUAN - Kematian tragis yang menimpa IRT Sukabumi I (53) di tangan anak kandungnya Rahmat alias Herang (26) menggegerkan publik. Bagaimana tidak, korban ditemukan tewas terkapar di kamarnya dengan darah yang bersimbah.

Pada jenazah korban ditemukan luka hampir di sekujur tubuh. Hal tersebut terungkap usai proses autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Pantauan Media Pakuan, jasad korban tiba di ruang instalasi jenazah RSUD R Syamsudin SH pada Selasa 14 Mei 2024 sekitar pukul 17.00 WIB setelah dievakuasi dari rumahnya di Kampung Cilandak RT 015 RW 004 Desa Sekarsari Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sekira pukul 14.00 WIB.

"Kondisinya (saat tiba) masih berpakaian penuh dengan darah. Iya harusnya dengan kondisi pakaian yang ada harusnya belum diapa-apain," kata Dokter forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Nurul Aida Fathia, Selasa 14 Mei 2024 malam.

Baca Juga: Jasad Ibu yang Dibunuh Anak Kandung di Kalibunder Sukabumi Diautopsi, Luka Hampir di Sekujur Tubuh

"Kita temukan banyak luka, luka terutama luka terbuka terutama daerah wajah, leher kemudian ada di bahu dan lengan, kemudian ditemukan juga ada beberapa memar dan lecet hampir di seluruh tubuh," ucapnya.

Proses autopsi memakan waktu kurang lebih selama 4 jam. Menurutnya, luka yang timbul di tubuh korban diakibatkan dari kekerasan benda tumpul dan benda setengah tajam. Luka terbuka yang disebabkan kekerasan benda setengah tajam ada 10 lebih.

"Memar dan lecet sudah pasti luka tumpul kalau luka terbukanya itu memang cirinya tidak begitu pas tapi mengarah kekerasan yang setengah tajam jadi ada tepi yang tajam tapi dia tidak cukup untuk memotong, tidak setajam kaya pisau misalnya," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan olehnya, perkiraan waktu kematian korban hingga tiba untuk diautopsi, sekitar 12 jam lebih.

Halaman:

Editor: Manaf Muhammad

Sumber: Media Pakuan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah