Tinggal Serumah, Anak Bunuh Ibu Kandungnya di Sukabumi dengan Garpu Tanah

- 14 Mei 2024, 18:50 WIB
Situasi rumah ibu yang tewas diduga dibunuh anak kandungnya di Kalibunder Kabupaten Sukabumi.
Situasi rumah ibu yang tewas diduga dibunuh anak kandungnya di Kalibunder Kabupaten Sukabumi. /Istimewa

MEDIA PAKUAN - Peristiwa tragis terjadi di sebuah rumah Kampung Cilandak RT 015 RW 004 Desa Sekarsari Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang wanita berinsial I (43) ditemukan tewas di rumahnya.

Dari informasi yang diperoleh, wanita tersebut tewas di tangan anak kandungnya Rahmat alias Herang (26). Kapolsek Kalibunder. Resor Sukabumi IPTU Taufick Hadian mengatakan, awalnya sekitar pukul 04.15 WIB Selasa 14 Mei 2024, warga dibuat geger ketika terduga pelaku menyodorkan uang senilai Rp330.000 sambil berkata bahwa dirinya baru saja membunuh ibunya.

Karena tidak diindahkan oleh warga, terduga pelaku kembali melakukan hal yang sama ke warga lainnya. Untuk memastikan pernyataan terduga pelaku, warga kemudian mengecek kamar korban. 

Warga yang masuk ke kamar korban, dibuat terbelalak karena melihat korban sudah dalam keadaan bersimbah darah

Baca Juga: Tagih Angsuran Mobil, Debt Collector Sukabumi Ditusuk Dagunya oleh Nasabah

"Sekitar pukul 04.15 WIB saksi tiba di rumah korban dan diketahui korban dalam posisi terlentang di dalam kamar dengan kondisi bersimbah darah sudah meninggal dunia akibat luka tusukan benda tajam (Garpu) pada bagian leher dan muka," ujarnya, Selasa 14 Mei 2024.

Warga yang mengetahui korban meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan, langsung melaporkannya kepada aparat desa setempat.

"Mengetahui kejadian tersebut kemudian Saksi melaporkan kepada Pihak Desa (Kadus) kemudian diteruskan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Setelah mendapatkan laporan, aparat pun langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sekira pukul 07.15 WIB dan langsung menangkap pelaku untuk menghindari dari amukan massa," tambahnya.

Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Sukabumi. Sedangkan jenazah korban dievakuasi ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk dilakukan autopsi. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang police line.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Makanan di SD Sukabumi

"Pelaku tinggal berdua bersama ibu kandung (Korban) dan pelaku diduga merupakan ODGJ/kondisi terkadang stabil dan terkadang tiba-tiba marah atau mengamuk. Kondisi di TKP bahwa kejadian tersebut diduga sudah lebih dari 5 jam karena kondisi darah dari tubuh Korban dalam kondisi sudah mengering," jelasnya.***

Editor: Manaf Muhammad


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah