Meski Sempat Gaduh, Gegara Video Hoax Geng Motor: Pemuda Warga Sukabumi Meminta Maaf

- 27 November 2021, 19:59 WIB
Penyebaran berita hoaks berandalan bermotor tengah memohon maaf
Penyebaran berita hoaks berandalan bermotor tengah memohon maaf /
 
 
MEDIA PAKUAN - Warga Sukabumi sempat dibuat resah dari beredar pesan berantai di aplikasi perpesanan yang berisi informasi keberadaan geng motor di wilayah Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi.
 
Setelah ditelusuri oleh pihak Polres Sukabumi Kota, ternyata video tersebut berbanding terbalik dari kenyataan yang menyebutkan kawasan Warpay Jalur ada geng motor yang membuat kerusuhan.
 
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Zainal Abidin menegaskan video yang terlanjur menyebar luas tersebut merupakan hoax yang telah ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Kebonpedes.
 
 
"Dengan tegas di sampaikan bahwa video tersebut yang beredar adalah HOAX," tegas Zainal Abidin, Sabtu 27 November 2021.
 
Zainal mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kondusifitas dengan lebih bijak dalam bermedia sosial tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.
 
"Situasi kamtibmas tanggung jawab kita semua, salah satu kontribusi masyarakat adalah untuk menjaga kamtibmas yaitu dengan bijak dalam bermedsos," pungkasnya.
 
 
"Tidak membuat informasi yang meresahkan masyarakat, tidak menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya," jelas Zainal.
 
Zainal mengatakan kepolisian hadir 24 jam apabila masyarakat ingin melaporkan kejadian yang menggangu kamtibmas dengan menghubungi 110.
 
Sementara itu Kapolsek Kebonpedes IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti mengatakan bahwa SN (29) pembuat dan penyebar video berdurasi 13 detik tersebut telah mengklarifikasi perbuatannya.
 
 
"Pria SN alasannya apa, karena ingin teman - temannya yang masih berada dilain tempat agar kembali lagi kerumah, karena melihat segerombolan motor, ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
 
Menurutnya SN mengaku menyebarkan video tersebut pada Jum'at 26 November pukul 20.00 WIB ketika dirinya hendak membeli makanan ke jalur lingkar selatan di depan pom bensin prima.
 
SN tidak mengabarkan temannya melalui telpon pribadi tetapi malah merekam video dengan kata kata seolah ia sedang panik.
 
 
"Permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi atas video hoax yang dibuat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta SN membuat surat pernyataan bahwa dirinya siap hadir bila diperlukan dalam penyidikan," pungkasnya.
 
Diketahui SN merupakan warga Kampung Cidadap RT 025 RW 08 Desa Cikaret Kecamatan Kebonpedes, kabupaten Sukabumi. Ia langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Kebonpedes pada Sabtu 27 November pukul 02.00 WIB didampingi orang tuanya untuk meminta maaf.***

Editor: Ahmad R

Sumber: Media Pakuan (PRMN)


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network