Kasus Omicron di Indonesia Melonjak Menjadi 572 Orang

- 14 Januari 2022, 19:13 WIB
Omicron
Omicron /Ilustrasi Pixabay/

MEDIA PAKUAN-Kasus terkonfirmasi virus Omicron di Indonesia terus bertambah.
 
Data Kementerian Kesehatan RI, pada Rabu 12 Januari 2022, kasus Omicron bertambah 66 kasus sehingga menjadi 572 orang.
 
Kasus sebanyak itu antara lain, pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 33 orang dan transmisi lokal di Indonesia sebanyak 33 orang
 
Juru Bicara Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan Jumat, 14 Januari 2022, hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi.
Sementara 296 orang masih menjalani isolasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas gejalanya ringan dan tanpa gejala. Jadi, belum butuh perawatan secara serius.
 
Dilansir dari ANTARA News, Nadia mengatakan, sebagai tindak lanjut, seluruh pasien wajib menjalankan karantina kesehatan.
 
Mayoritas menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Jumlahnya sekitar 339 orang, sedangkan pasien yang menjalani karantina di RS yang telah ditunjuk oleh Satgas Penanganan COVID-19.
 
Nadia menambahkan, pasien yang melakukan perjalanan luar negeri dan transmisi lokal mengalami gejala yang sama. 
 
Sebagaian besar hanya mengalami gejala ringan, namun gejala paling umum yang dirasakan pasien adalah batuk, pilek dan juga demam.
 
Nadia juga mengatakan, penambahan kasus Omicron dalam beberapa waktu terakhir telah berimplikasi pada lonjakan kasus harian nasional.
 
Bahkan, proporsi varian Omicron jauh lebih banyak dibandingkan varian Delta.
 
Selain itu, dari hasil monitoring yang dilakukan Kemenkes, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022.
 
Sebagian besar dari pelaku perjalanan luar negeri, hal ini berdampak pada kenaikan kasus harian COVID-19 di Indonesia.
 
Kemenkes akan meningkatkan pelaksanaan 3T, yakni testing, tracing dan treatment, terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus COVID-19.
 
“Langkah antisipasi penyebaran Omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali,” ujar Nadia.
Kemenkes telah mendistribusikan kit S-Gene Target Failure (SGTF) ke seluruh laboratorium pembina maupun milik pemerintah dan memastikan jumlahnya mencukupi untuk langkah testing.
 
Kapasitas pemeriksaan PCR dan SGTF juga diupayakan untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin.
 
Kemudian, Nadia mengatakan bahwa terkait dengan tracing, Kemenkes akan meningkatkan rasio tracing atau pelacakan pada daerah yang jumlah kasus positifnya lebih dari 30 orang.
 
Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran yang semakin luas. Proses tracing akan melibatkan TNI, Polri dan masyarakat.
 
Kemenkes juga akan menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat maupun isolasi mandiri untuk kasus gejala ringan dan tanpa gejala sebagai langkah treatment.
 
Sementara untuk gejala sedang dan berat telah disiapkan RS dengan kapasitas tempat tidur yang mencukupi.
 
"Dengan demikian, pasien terkonfirmasi bisa menjalani isolasi dengan baik guna memutus mata rantai penularan COVID-19," ucap Nadia.
 
Nadia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan terus menerapkan protokol kesehatan 5M dan menyegerakan untuk melakukan vaksinasi COVID-19.
 
Masyarakat disarankan untuk lebih disiplin mengingat varian Omicron jauh lebih cepat menyebar dibandingkan dengan varian ebelumnya, yakni varian delta.***
 
 

Editor: Hanif Nasution

Sumber: Antaranews


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network