Presiden ke-5 Korea Selatan Tutup Usia Pada Usia 90 Tahun

- 24 November 2021, 11:07 WIB
Ilustrasi Korea Selatan Mengalami Peningkatan Kasus Covid 19
Ilustrasi Korea Selatan Mengalami Peningkatan Kasus Covid 19 /pixabay/Chickenonline

 

 
MEDIA PAKUAN-Mantan Presiden Korsel Chun Doo-hwan pada usia 90 tahun pada hari Selasa, 23 November 2021.
 
Menurut Min Jeong-ki, mantan sekretaris presiden Chun, Chun Doo-hwan meninggal akibat penyakit multiple myeloma kanker
 
"Dia menderita penyakit multiple myeloma kanker yang terbentuk di sel darah putih dan meninggal dirumahnya di Seoul Barat," kata Min Jeong-ki.
 
Beliau pingsan di kamar mandi rumahnya pada pukul 8.45 pagi, lalu memanggil layanan darurat pada pukul 8.55 pagi. 
Dia dinyatakan meninggal pada pukul 9.22 pagi. 
 
Tubuhnya dipindahkan ke Rumah Sakit Pesangon di mana sebuah altar peringatan didirikan. 
 
"Keinginan terakhir Chun adalah agar jenazahnya dikuburkan di dataran tinggi di perbatasan yang menghadap ke wilayah Korea Utara," kata Min. 
 
Sebelum dimakamkan ditempat yang akan ditentukan nanti mantan presiden itu akan di kremasi. 
 
Kematian Chun terjadi hampir sebulan setelah penggantinya dan co-konspirator kudeta Roh Tae-woo meninggal, 26 Oktober.
 
Cheong Wa Dae mengatan penyesalannya Chun meninggal sebelum memohon permintaan maafnya. 
 
Tetapi Cheong berdoa untuk almarhum dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. 
 
"Chun tidak mengungkapkan kebenaran sejarah sampai akhir," kata juru bicara kepresidenan Park Kyung-mee kepada wartawan. 
 
Pemakamannya akan dilangsungkan pada hari Sabtu nanti. 
Tetapi kantor kepresidenan tidak memiliki rencana untuk mengirim bunga atau melakukan belangsungkawa. 
 
Menurut Kementerian Patriot dan Urusan Veteran, Chun, tidak akan dimakamkan di pemakaman nasional karena undang-undang tersebut menetapkan orang yang dihukum penjara karena pengkhianatan dikecualikan dari pemakaman di sana.
 
Bahkan pemerintah memutuskan tidak akan mengadakan pemakaman kenegaraan untuk Chun. 
 
Seorang pejabat senior pemerintah mengumumkan hanya beberapa jam setelah kematiannya bahwa bantuan negara tidak akan diberikan untuk upacara pemakaman apapun.***
 
 
 
 
 

Editor: Hanif Nasution

Sumber: m.koreatimes.co.kr


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X