Ternyata Ini Penyebab Panu: Mengungkap Akar Permasalahannya: Patut Diwaspadai!

- 15 Mei 2024, 20:25 WIB
ilustrasi cara mengatasi panu dan makanan pantangan bagi penderita panu/pexels/kritina nor
ilustrasi cara mengatasi panu dan makanan pantangan bagi penderita panu/pexels/kritina nor /

MEDIA PAKUAN - Panu, atau tinea versicolor, adalah jenis infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia.

Kondisi ini seringkali menimbulkan bercak-bercak berwarna putih, coklat, atau merah muda pada kulit, yang seringkali disertai dengan rasa gatal.

Agar dapat mengatasi dan mencegah panu dengan efektif, penting untuk memahami alasannya.

Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Berikut adalah beberapa penyebab utama panu yang perlu Anda ketahui:

Baca Juga: Jasad Ibu yang Dibunuh Anak Kandung di Kalibunder Sukabumi Diautopsi, Luka Hampir di Sekujur Tubuh

1. Jamur Malassezia
Jamur Malassezia adalah penyebab utama infeksi panu. Jamur ini secara alami terdapat pada kulit manusia dan biasanya hidup dalam keseimbangan yang sehat dengan mikroorganisme lainnya.

Namun, kondisi tertentu, seperti kelembapan berlebih, kelebihan minyak pada kulit, atau perubahan pada sistem kekebalan tubuh, dapat menyebabkan pertumbuhan jamur ini secara berlebihan, yang pada gilirannya menyebabkan infeksi panu.

2. Kelembapan Kulit
Kulit yang lembap adalah lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia. Kelembapan berlebih pada kulit.

Terutama di daerah dengan sirkulasi udara yang buruk atau di area yang sering berkeringat seperti lipatan kulit, ketiak, dan selangkangan, dapat meningkatkan risiko terkena panu.

3. Produksi Minyak Kulit yang Berlebihan
Kulit yang berminyak juga cenderung menjadi tempat berkembang biaknya jamur Malassezia.

Produksi minyak berlebih pada kulit dapat menyebabkan lingkungan yang lebih ramah bagi pertumbuhan jamur dan memicu infeksi penyakit.

Baca Juga: Cara Kenali Kolesterol Tinggi, Lalu Gejala Pegal-Pegal? Waspada, Penumpukan Plak Pembuluh Darah

4. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah
Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi jamur, termasuk panu.

Kondisi medis yang mencakup sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, diabetes, atau penggunaan obat imunosupresif, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit.

5. Faktor Genetik
Faktor genetik juga dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang terhadap infeksi panu. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan kasus panu, maka kemungkinan mereka juga akan rentan terhadap infeksi ini.

6. Perubahan Hormonal
Perubahan hormonal dalam tubuh, seperti yang terjadi selama masa remaja, kehamilan, atau penggunaan kontrasepsi hormonal.

Sehingga dapat mempengaruhi produksi minyak kulit dan meningkatkan risiko infeksi jamur, termasuk panu.

Baca Juga: Tagih Angsuran Mobil, Debt Collector Sukabumi Ditusuk Dagunya oleh Nasabah

7 . Lingkungan yang Lembap dan Hangat
Lingkungan yang lembap dan hangat, seperti daerah tropis atau musim panas yang lembap, dapat menciptakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia dan meningkatkan risiko terkena panu.

8 . Penggunaan Steroid Topikal yang Berlebihan
Penggunaan steroid topikal yang berlebihan atau tidak terkontrol pada kulit juga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur Malassezia dan memperlambat infeksi panu.***



Editor: Ahmad R


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah