Penyebab Asam Urat: Faktor Pemicu dan Cara Mencegahnya

- 15 Mei 2024, 10:00 WIB
Ilustrasi Asam Urat/Pixabay
Ilustrasi Asam Urat/Pixabay /

MEDIA PAKUAN - Asam urat adalah zat kimia yang dihasilkan tubuh saat memecah purin, senyawa yang ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman.

Biasanya, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urin. Namun, jika produksi asam urat meningkat atau ekskresinya menurun, kadar asam urat dalam darah bisa menjadi tinggi, menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hiperurisemia.

Kondisi ini dapat memicu terbentuknya kristal urat di sendi, yang menyebabkan peradangan dan nyeri yang dikenal sebagai asam urat atau asam urat.

Berikut ini adalah berbagai penyebab utama peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Baca Juga: Jasad Ibu yang Dibunuh Anak Kandung di Kalibunder Sukabumi Diautopsi, Luka Hampir di Sekujur Tubuh

1. Faktor Genetik
Kecenderungan untuk memiliki kadar asam urat tinggi sering kali diwariskan dalam keluarga.

Jika anggota keluarga memiliki riwayat asam urat atau hiperurisemia, Anda mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa.

2. Diet Tinggi Purin
Makanan yang tinggi purin dapat meningkatkan produksi asam urat. Beberapa makanan dan minuman tinggi purin antara lain:

- Daging merah seperti daging sapi dan domba
- Makanan laut seperti udang, kepiting, dan ikan teri
- Organ dalam seperti hati dan ginjal
- Minuman beralkohol, terutama bir dan minuman keras

3. Obesitas dan Berat Badan Berlebih
Kelebihan berat badan meningkatkan produksi asam urat dan mengurangi efisiensi ginjal dalam membuangnya dari tubuh.

Obesitas juga berhubungan dengan resistensi insulin, yang dapat meningkatkan kadar asam urat.

Baca Juga: 6 Jenis Ramuan Jitu Mampu Turunkan Kolesterol, Bahan Dapur Mudah Didapat: Apa Saja? Coba Yuk Ngak Ribet Kok

4. Kondisi Kesehatan Tertentu
Beberapa kondisi medis dapat meningkatkan risiko hiperurisemia, antara lain:

- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Diabetes
- Penyakit ginjal kronik
- Sindrom metabolik

5. Obat-obatan
Beberapa obat dapat mempengaruhi kadar asam urat dalam tubuh, termasuk:

-Diuretik (obat yang meningkatkan produksi urin)
-Aspirin dosis rendah
-Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung

6. Dehidrasi
Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi asam urat dalam darah karena ginjal tidak dapat membuangnya dengan efisien.

7. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol, terutama bir, mengandung purin tinggi yang dapat meningkatkan produksi asam urat.

Baca Juga: Cara Kenali Kolesterol Tinggi, Lalu Gejala Pegal-Pegal? Waspada, Penumpukan Plak Pembuluh Darah

Selain itu, alkohol menghambat ekskresi asam urat oleh ginjal.

8 . Stres dan Aktivitas Fisik Ekstrem
Stres dan aktivitas fisik yang berlebihan dapat memicu peningkatan produksi asam urat.

Meskipun olahraga teratur sangat baik untuk kesehatan, olahraga yang terlalu berat dapat menyebabkan peningkatan sementara kadar asam urat.

Pencegahan dan Pengelolaan

Meskipun beberapa faktor risiko tidak dapat diubah, seperti genetika, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan mengelola kadar asam urat yang tinggi:

-Perubahan Diet: Mengurangi konsumsi makanan tinggi purin dan alkohol. Mengonsumsi makanan rendah purin seperti sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak.

-Hidrasi yang Cukup: Minum banyak air untuk membantu ginjal mengeluarkan asam urat.

-Pengelolaan Berat Badan: Menurunkan berat badan secara bertahap untuk mengurangi risiko obesitas.

Baca Juga: Sudut Pandang Islam : Foto Bertiga seharusnya Bawa Kesialan?

-Olahraga Teratur: Melakukan aktivitas fisik yang moderat secara teratur.
Pemeriksaan Medis Rutin: Mengelola kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes melalui pemeriksaan medis rutin dan mengikuti saran dokter.***

 

Editor: Ahmad R


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah